News

1. Lakukan kontak mata. 
Apapun posisi Anda, entah itu sebagai pembicara atau pendengar, memandang mata orang lain yang Anda ajak bicara akan membuat interaksi menjadi lebih berhasil. Kontak mata menunjukkan ketertarikan dan membuat lawan bicara menjadi tertarik juga untuk berinteraksi dengan Anda. Nampaknya ini sederhana. Tetapi saya sering melihat orang enggan melakukan kontak mata. Baik karena malu, tidak pede, atau tidak suka dengan lawan bicara/pembicara. Generasi milenial lebih parah dari generasi sebelumnya! Kebiasaan bergadget ria terbawa saat ngobrol, makan bersama, sekolah/kuliah bahkan di gedung ibadah!


Banyak juga presenter yg 'lebih suka' membaca di layar komputer, layar besar, flip chart atau white board ketimbang menatap mata audiens! Ubahlah. Tataplah audiens berikan senyum yg ramah, barulah Anda mulai bicara. Hasilnya pasti amat berbeda!!

 

2. Gunakan gesture

Gestur ini meliputi tangan dan wajah Anda. Buatlah agar seluruh tubuh Anda 'bicara'! Gunakan gestur yang lebih kecil untuk perorangan dan kelompok kecil. Gestur yang lebih besar digunakan saat menghadapi kelompok lawan bicara yang lebih besar. Cobalah mengucapkan kata 'besar' dan 'kecil' dengan menggerakkan tangan Anda! Boleh saja dilebih-lebihkan saat Anda berlatih. Cobalah berlatih di depan kawan2 Anda selain di depan cermin! Semakin sering Anda berlatih, semakin luwes gerakan Anda. Saya pernah menyaksikan pembicara yg begitu mahir menggunakan tangannya utk memperjelas idenya! Pasti, selain bakat, ia juga rajin berlatih. Unsur berikutnya adalah mimik muka atau ekspresi. Cobalah berlatih mimik sedih, gembira, marah, malu dsb. Lalu latihlah berekspresi sambil mengucapkan kata atau frasa! Misalnya, "Saya sedih..." Atau, "Saya maaaraaaah tauk!!" Rasakan bedanya!

 

Bukankah Anda pernah seolah tertulari emosi dari seorang pembicara yang Anda sukai?Sebaliknya, mungkin Anda sangat jengkel mendengarkan pidato orang yang tidak mampu 'memainkan' ekspresinya? Dataaaar dan membosankan?

 

3. Bahasa Tubuh

Albert Mehrabian, pakar komunikasi, menegaskan bahwa faktor visual itu penting, memegang peran 55% dari efektivitas komunikasi. Artinya, Bahasa Tubuh harus kita perhatikan betul.

Bahasa tubuh dapat lebih berbicara banyak daripada kata-kata yang keluar dari mulut. Sikap yang terbuka dengan posisi lengan yang santai mengisyaratkan bahwa Anda mudah didekati dan terbuka untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan orang lain. Begitu pula dengan wajah yang ramah. Orang akan senang berinteraksi dengan Anda.

4. Sikap dalam Berkomunikasi

Sikap yang Anda tunjukkan saat berkomunikasi akan memberikan pengaruh yang besar pada cara Anda mengatur diri dan berinteraksi dengan orang lain. Bersikaplah jujur, sabar, optimis, tulus, menghargai, dan menerima orang lain. Bersikaplah sensitif terhadap perasaan orang lain dan belajarlah untuk percaya pada kemampuan orang lain. Berikanlah apresiasi yang tulus. Bangkitkan semangatnya dan rasa percaya dirinya untuk bisa lebih baik lagi. Hindari kebiasaan menyalahkan, mengkritik, apalagi menghujat orang lain.

5. Kembangkan kemampuan mendengar

TUHAN memberikan dua telinga dan hanya satu mulut! Bukankah TUHAN ingin agar kita lebih banyak mendengarkan ketimbang bicara? Seseorang tak hanya dituntut untuk mampu berbicara secara efektif, namun juga harus mendengarkan orang lain dan terlibat dalam pembicaraan yang sedang dibicarakan oleh orang lain. Hindari sikap hanya mendengarkan akhir kalimatnya saja melainkan usahakan untuk mendengarkan secara utuh. Dengan demikian Anda juga sudah menunjukkan empati kepada ybs. Dunia sdh penuh org pintar yang senang bicara. Tetapi sedikit sekali orang yg mau mendengarkan orang lain.

6. Komunikasi Non Verbal.

Komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan tidak menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan bahasa isyarat, lambang-lambang, ekspresi wajah, dsb. Dengan begitu seorang komunikan perlu menyimpulkan maksud si komunikator. Atasan perlu mempelajari komunikasi NV bawahannya dan sebaliknya. Petugas layanan harus pandai menerka bahasa tubuh pelanggan. Tetapi petugas layanan harus menampilkan bahasa Non Verbal yg positif agar pelanggan merasa dilayani secara total, bukan hanya kata-kata indah belaka.

7. Sampaikan Informasi dengan Jelas

Belajarlah untuk menyampaikan informasi secara jelas, baik kepada karyawan lain maupun kepada client. Memang tidak mudah terlebih jika informasi tersebut terlalu sulit untuk dijabarkan. Anda harus terampil dalam menyusun kata-kata agar informasi yang disampaikan dapat dengan mudah dipahami oleh lawan bicara Anda. Gunakan istilah yang mudah dipahami dan tidak bisa.

Kata BISA, misalnya, dapat berarti Mampu tetapi dapat juga berarti Racun Ular. Hindari pula menggunakan jargon yang hanya digunakan di kalangan tertentu. Hindari pula penggunaan istilah dalam bahasa asing jika hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa Anda pandai.

8. Hindari atau Kelolalah Konflik

Jika Anda tergabung dalam sebuah tim, sangat mungkin terjadi konflik, entah kecil maupun besar. Hindari terjafinya konflik atau kelola konflik yang sudah terjadi. Dalam beberapa kasus, konflik kecil memang mudah untuk diselesaikan, namun ada pula yang bermula dari konflik kecil menjadi melebar dan sulit untuk diatasi. Kondisi seperti inilah yang membuat suasana kantor menjadi tidak kondusif dan pekerjaan menjadi berantakan. Upaya yang sebaiknya dilakukan agar konflik tidak berkembang adalah dengan membiasakan cara berbicara yang baik di tempat kerja. Selesaikan masalah dengan pikiran terbuka dan tidak memihak satu sama lain. Jalinlah hubungan yang baik dengan karyawan lain agar suasana kerja menjadi lebih nyaman dan pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik.

9. Hargailah lawan bicara Anda

Etika saat berbicara adalah mendengarkan apa yang dikatakan oleh lawan bicara dengan baik. Setelah itu Anda wajib memberikan respon ataupun tanggapan terhadap apa yang telah disampaikan oleh si pembicara. Meskipun Anda tidak suka dengan lawan bicara, namun tetaplah tersenyum dan berikan tanggapan yang positif. Terlebih lagi jika Anda bekerja sebagai costumer service atau di bagian penjualan yang setiap harinya berhadapan dengan dengan pelanggan.

10. Wise men speak because they have something to say; Fools because they have to say something

Pada saat Anda harus bicara, pastikan bahwa topik yang akan Anda sampaikan itu penting. Bukan bagi Anda saja, tetapi terutama bagi orang yang ingin mendengarkan. Mengapa audiens perlu menyediakan waktu untuk mendengarkan Anda? Bila tidak ada manfaatnya, mereka enggan untuk mendengarkan. Itu sebabnya persiapkan materi/topik yang akan Anda sampaikan. Tulis dahulu agar Anda dapat melihat sistematikanya dengan lebih jelas. Bacalah dengan bersuara! Perhatikan kata atau frasa yang perlu ditekankan. Berlatihlah di depan cermin atau di depan teman!

Untuk lebih jelasnya silahkan Ikuti One Day Training: “Communication Skill” 
Jum'at, 7 September 2018. Informasi lebih lanjut silahkan klik link berikut ini : bit.ly/JasindoAcademy

 

#HarmoniUntukNegeri #JasindoAcademy #BerbagiInspirasiUntukNegeri

PT Jasindo Bangun Insani atau lebih dikenal dengan nama Jasindo Insurance Academy (JIA) didirikan dengan Akte Notaris Sovyedi Andasasmita, SH pada tanggal 13 Agustus 2009 dengan maksud dan tujuan mengembangkan SDM di Industri Asuransi Indonesia.

Read more
Quick Contact